BlatakTech
BlatakTechBlog
Dev Culture 2026.APR.28 · 5 min read

Mengamanankan Jaringan dengan Rate Limiting dan DDoS Protection di Edge

Jery Hardianto
Jery Hardianto Software Engineer
Mengamanankan Jaringan dengan Rate Limiting dan DDoS Protection di Edge

Pelajari cara melindungi jaringan dari serangan DDoS dengan menerapkan rate limiting dan DDoS protection di edge.

Implementasi Rate Limiting dan DDoS Protection di Edge

Dalam era digital saat ini, keamanan jaringan menjadi prioritas utama bagi organisasi dan individu. Salah satu ancaman keamanan yang paling serius adalah serangan DDoS (Distributed Denial of Service), yang dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur jaringan dan menimbulkan kerugian finansial. Salah satu cara untuk melindungi diri dari serangan DDoS adalah dengan menerapkan rate limiting dan DDoS protection di edge. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang apa itu rate limiting dan DDoS protection, mengapa mereka penting, dan bagaimana cara menerapkan mereka di edge.

Apa Itu Rate Limiting?

Rate limiting adalah sebuah teknik yang digunakan untuk membatasi jumlah permintaan yang dapat dilakukan oleh sebuah alamat IP atau user agent dalam waktu tertentu. Tujuan dari rate limiting adalah untuk mencegah serangan DDoS yang menggunakan teknik amplifikasi paket (packet amplification) untuk mengirimkan banyak permintaan yang tidak valid ke server. Dengan menerapkan rate limiting, kita dapat mengurangi jumlah permintaan yang dapat dilakukan oleh sebuah alamat IP atau user agent, sehingga membuat sulit bagi penyerang untuk melakukan serangan DDoS.

Mengapa Rate Limiting Penting?

Rate limiting sangat penting karena dapat membantu melindungi server dari serangan DDoS yang dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur jaringan. Dengan menerapkan rate limiting, kita dapat mengurangi jumlah permintaan yang dapat dilakukan oleh sebuah alamat IP atau user agent, sehingga membuat sulit bagi penyerang untuk melakukan serangan DDoS. Selain itu, rate limiting juga dapat membantu mengurangi biaya operasional karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperbaiki infrastruktur jaringan yang rusak.

Contoh Implementasi Rate Limiting

Berikut adalah contoh implementasi rate limiting menggunakan NGINX:

http {
    ...
    limit_req_zone $binary_remote_addr zone=one:10m rate=10r/s;
    server {
        ...
        limit_req zone=one burst=10;
        ...
    }
}
Dalam contoh di atas, kita menggunakan.struct _limit_req_zone untuk membatasi jumlah permintaan yang dapat dilakukan oleh sebuah alamat IP dalam zona "one" dengan rate 10r/s. Kemudian, kita menggunakan struct _limit_req untuk membatasi jumlah permintaan yang dapat dilakukan oleh sebuah alamat IP dalam zona "one" dengan burst 10.

Apa Itu DDoS Protection?

DDoS protection adalah sebuah teknik yang digunakan untuk melindungi server dari serangan DDoS. DDoS protection dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan firewall, IPS (Intrusion Prevention System), dan WAF (Web Application Firewall). DDoS protection dapat membantu melindungi server dari serangan DDoS yang dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur jaringan.

Mengapa DDoS Protection Penting?

DDoS protection sangat penting karena dapat membantu melindungi server dari serangan DDoS yang dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur jaringan. Dengan menerapkan DDoS protection, kita dapat mengurangi jumlah permintaan yang dapat dilakukan oleh sebuah alamat IP atau user agent, sehingga membuat sulit bagi penyerang untuk melakukan serangan DDoS. Selain itu, DDoS protection juga dapat membantu mengurangi biaya operasional karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperbaiki infrastruktur jaringan yang rusak.

Contoh Implementasi DDoS Protection

Berikut adalah contoh implementasi DDoS protection menggunakan NGINX:

http {
    ...
    lua_shared_dict ddos 10m;
    server {
        ...
        set $ddos_count 0;
        if ($binary_remote_addr ~* ".*bot.*") {
            set $ddos_count $ddos_count + 1;
        }
        if ($ddos_count > 10) {
            return 403;
        }
        ...
    }
}
Dalam contoh di atas, kita menggunakan struct _lua_shared_dict untuk membuat sebuah variabel yang dapat digunakan untuk menyimpan data. Kemudian, kita menggunakan struct _set untuk menambahkan nilai ke variabel $ddos_count jika alamat IP yang mengakses server terdeteksi sebagai bot. Jika nilai $ddos_count melebihi 10, maka server akan mengembalikan kode status 403.

Tips dan Best Practices

Berikut adalah beberapa tips dan best practices untuk menerapkan rate limiting dan DDoS protection di edge:

  • Gunakan rate limiting yang sesuai: Gunakan rate limiting yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Jika Anda memiliki bisnis yang besar, maka Anda mungkin memerlukan rate limiting yang lebih tinggi.
  • Gunakan DDoS protection yang efektif: Gunakan DDoS protection yang efektif untuk melindungi server dari serangan DDoS. Pastikan Anda menggunakan DDoS protection yang dapat mendeteksi dan menghalangi serangan DDoS.
  • Gunakan firewall yang efektif: Gunakan firewall yang efektif untuk melindungi server dari serangan DDoS. Pastikan Anda menggunakan firewall yang dapat mendeteksi dan menghalangi serangan DDoS.
  • Gunakan IPS yang efektif: Gunakan IPS yang efektif untuk melindungi server dari serangan DDoS. Pastikan Anda menggunakan IPS yang dapat mendeteksi dan menghalangi serangan DDoS.
  • Gunakan WAF yang efektif: Gunakan WAF yang efektif untuk melindungi server dari serangan DDoS. Pastikan Anda menggunakan WAF yang dapat mendeteksi dan menghalangi serangan DDoS.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang apa itu rate limiting dan DDoS protection, mengapa mereka penting, dan bagaimana cara menerapkan mereka di edge. Rate limiting dan DDoS protection sangat penting untuk melindungi server dari serangan DDoS yang dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur jaringan. Dengan menerapkan rate limiting dan DDoS protection, kita dapat mengurangi jumlah permintaan yang dapat dilakukan oleh sebuah alamat IP atau user agent, sehingga membuat sulit bagi penyerang untuk melakukan serangan DDoS. Selain itu, rate limiting dan DDoS protection juga dapat membantu mengurangi biaya operasional karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperbaiki infrastruktur jaringan yang rusak.

cloud-security ddos-protection edge-computing keamanan-jaringan rate-limiting

Gabung Jaringan

Hubungkan feed Anda ke transmisi mingguan kami tentang rekayasa performa tinggi dan desain neural.

Koneksi terenkripsi. Tanpa siaran tidak sah.